Cerita Rakyat Indonesia #75: Legenda Lau Kawar

Selain Danau Toba yang terkenal akan keindahan alam, Sumatera Utara ada danau lain yang juga tidak kalah terkenal, yaitu Danau Lau Kawar. Danau ini terletak di Desa Kuta Gugung, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo. Masyarakat setempat percaya bahwa danau yang terbentuk secara alami ini memiliki cerita tersendiri, dan masuk ke ranah budaya cerita rakyat Indonesia. Mau tahu ceritanya? Yuk baca sama-sama...

***

Dulu sekali, ada sebuah desa di Sumatera Utara yang bernama Desa Kawar, yang subur dan makmur. Suatu ketika, hasil panen penduduk berlimpah ruah. Para penduduk pun mengadakan acara adat sebagai bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Penduduk desa itu bersukacita menghadiri acara itu. Semua penduduk hadir, kecuali seorang nenek yang sedang terbaring sakit di rumahnya. Semua anggota keluarga nenek itu pergi ke pesta dan meninggalkan sang nenek seorang diri.

Suara yang ramai membangunkan si Nenek. Perutnya terasa lapar. Dengan susah payah, ia turun dari tempat tidur dan beringsut ke dapur untuk mencari makanan. Sayangnya, tak ada sedikit pun makanan di dapur.

Nenek itu kembali ke tempat tidur. Ia sangat sedih karena anak dan menantunya tidak ingat padanya. Padahal, di tempat pesta, makanan berlebih. Air matanya bercucuran.

Ketika pesta makan-makan usai, barulah anaknya ingat bahwa ibunya belum makan. Ia menyuruh istrinya mengirimkan makanan untuk ibu mereka di rumah. Sang istri segera membungkus makanan dan menyuruh anaknya mengantar makanan itu. Setelah mengantar makanan, anak itu kembali lagi ke tempat pesta.

Si Nenek sangat senang cucunya datang membawa makanan. Namun, ia terkejur saat membuka bungkusan tersebut. Isinya hanya sisa-sisa makanan yang menjijikkan.

Si Nenek sangat sedih. Air matanya berlinang. Dalam kesedihannya, ia berdoa kepada Tuhan.

"Ya Tuhan, betapa durhakanya mereka kepadaku. Berikanlah pelajaran yang setimpal kepada mereka!" demikian si Nenek berdoa.

Tak lama kemudian, terjadilah gempa bumi yang dahsyat. Petir menyambar dan guntur menggelegar. Hujan turun begitu derasnya.

Penduduk yang sedang menyelenggarakan pesta rakyat berlarian dengan panik sambil menjerit-jerit ketakutan. Namun, hujan semakin deras dan dalam sekejap, Desa Kawar pun tenggelam. Tak ada seorang pun selamat.

Desa yang subur makmur itu pun berubah menjadi sebuah kawah besar yang digenangi air kawah itu dinamakan Lau Kawar.

***

Demikianlah cerita rakyat Indonesia berjudul Legenda Lau Kawar dari Sumatera Utara. 

Cerita rakyat Indonesia ini dicuplik dari 108 Cerita Rakyat Terbaik Asli Nusantara, yang diceritakan kembali oleh Marina Asril Reza. Buku ini diterbitkan tahun 2010 oleh Visimedia, Jakarta.
0 Komentar untuk "Cerita Rakyat Indonesia #75: Legenda Lau Kawar"

Back To Top