Kumpulan Cerita Rakyat dan Dongeng

Asal-Muasal Kusamnya Lonceng dari Miidera

365ceritarakyatindonesia kembali dengan mengusung cerita dongeng negeri Jepang. Judul aslinya sih “A Woman and Bell of Miidera”, tapi 365ceritarakyatindonesia memutuskan untuk mengganti judulnya dengan “Asal-Muasal Kusamnya Lonceng dari Miidera”. Bagaimana selengkapnya? Yuk baca sama-sama!

Asal-Muasal Kusamnya Lonceng dari Miidera

Cerita Dongeng Rakyat Jepang – Asal-Muasal Kusamnya Lonceng dari Miidera

Di biara kuno Miidera Jepang, ada lonceng besar yang terbuat dari perunggu. Lonceng ini dibunyikan tiap pagi dan sore. Menurut banyak catatan, lonceng ini digambarkan permukaannya sangat bersih bersinar seperti embun yang berkilau.

Para biarawan tidak pernah membiarkan seorang wanita pun untuk menyentuhnya. Mereka berpikir jika hal itu dilakukan, maka perunggu lonceng akan menjadi kusam dan bencana akan jatuh menimpa mereka.

Baca juga: Chin Chin Kobakama, Cerita Rakyat Jepang tentang Kurcaci.

Cerita Dongeng Rakyat Jepang – Asal-Muasal Kusamnya Lonceng dari Miidera

Nah, di Kyoto ada seorang wanita cantik yang sangat penasaran dengan cerita ini. Dia pun memutuskan untuk pergi melihatnya. Di depan lonceng yang logamnya bisa untuk bercermin ini, dia akan berdandan dan membuat lonceng itu seperti 1000 cermin terbaik.

Singkat cerita, wanita ini tiba di menara di mana lonceng Miidera digantungkan. Saat para biarawan melakukan kegiatan spiritual mereka, wanita ini bercermin di depan lonceng. Dia melihat dengan sangat jelas matanya yang cantik, pipinya yang merah, dan lesung pipinya yang indah. Dia kemudian menyentuh lonceng itu. Begitu menyentuhnya, lonceng itu segera berubah kusam. Semua catnya yang indah pudar semuanya.

Catatan: cerita dongeng dari negeri Jepang ini 365ceritarakyatindonesia ambil dari Pitt.edu yang bersumber dari buku Myths and Legends of Japan karya F. Hadland Davis, London: George G. Harrap and Company, 1917, halaman 141-142. (Cerita Rakyat Indonesia)
Tag : Dongeng, Jepang
0 Komentar untuk "Asal-Muasal Kusamnya Lonceng dari Miidera"

Back To Top