Kumpulan Cerita Rakyat dan Dongeng

Cerita Rakyat Indonesia #42: Lutung Kasurung dan Purbasari

Cerita Rakyat Lutung Kasarung – Sebelum sharing cerita ini, saya ingin mengingatkan bahwa ada juga cerita rakyat Malin Kundang, cerita rakyat Danau Toba, dan cerita Bawang Merah Bawang Putih di dalam blog ini. Silakan, cari untuk membaca cerita-cerita rakyat tersebut. Apabila, kalian sudah tidak sabar membaca cerita rakyat Lutung Kasarung, silakan meneruskan membacanya.

Cerita rakyat Lutung Kasarung merupakan legenda yang berasal dari Jawa Barat (Sunda). Cerita rakyat Lutung Kasarung sendiri mengisahkan mengenai perjalanan Sanghyang Guruminda saat diturunkan ke Buana Panca Tengah (Bumi) dengan wujud seekor lutung (sejenis monyet). Lutung Kasarung yang memiliki arti lutung yang tersesat ini, bertemu dengan Purbasari Ayuwangi yang diusir oleh Purbararang yang ingin menguasai takhta kerajaan sepeninggal ayahnya. Apa dan bagaimana cerita rakyat Lutung Kasarung ini? Yuk, baca saja artikel di bawah ini.

***

Zaman dulu, di tatar pasundan ada sebuah kerajaan yang dipimpin seorang raja bijaksana bernama Prabu Tapak Agung. Sang Prabu memiliki dua putri cantik, Purbararang dan Purbasari. Saat mendekati mangkat, Prabu Tapak Agung menunjuk Purbasari sebagai penggantinya. “Aku sudah terlalu tua, saatnya aku turun tahta,” kata Prabu Tapa.

Namun, Purbararang tidak setuju adiknya diangkat menggantikan Ayah mereka. “Aku putri Sulung, seharusnya ayahanda memilih aku sebagai penggantinya,” gerutu Purbararang pada tunangannya yang bernama Indrajaya. Kegeramannya yang sudah memuncak membuatnya mempunyai niat mencelakakan adiknya. Ia menemui seorang nenek sihir untuk memanterai Purbasari. Nenek sihir itu memanterai Purbasari sehingga saat itu juga tiba-tiba kulit Purbasari menjadi bertotol-totol hitam. Purbararang jadi punya alasan untuk mengusir adiknya tersebut. “Orang yang dikutuk seperti dia tidak pantas menjadi seorang Ratu!” ujar Purbararang.

Kemudian, ia menyuruh seorang Patih untuk mengasingkan Purbasari ke hutan. Sesampai di hutan patih tersebut masih berbaik hati dengan membuatkan sebuah pondok untuk Purbasari. Ia pun menasihati Purbasari, “Tabahlah Tuan Putri. Cobaan ini pasti akan berakhir, Yang Maha Kuasa pasti akan selalu bersama Putri.”

“Terima kasih paman,” ujar Purbasari.

Selama di hutan ia mempunyai banyak teman yaitu hewan-hewan yang selalu baik kepadanya. Di antara hewan tersebut ada seekor lutung berbulu hitam yang misterius. Tetapi, lutung tersebut yang paling perhatian kepada Purbasari. Lutung kasarung selalu menggembirakan Purbasari dengan mengambilkan bunga-bunga yang indah serta buah-buahan bersama teman-temannya.

Pada saat malam bulan purnama, Lutung Kasarung bersikap aneh. Ia berjalan ke tempat yang sepi lalu bersemedi. Ia sedang memohon sesuatu kepada Dewata. Ini membuktikan bahwa Lutung Kasarung bukan makhluk biasa. Tidak lama kemudian, tanah di dekat Lutung merekah dan terciptalah sebuah telaga kecil, airnya jernih sekali. Airnya mengandung obat yang sangat harum.

Keesokan harinya Lutung Kasarung menemui Purbasari dan memintanya untuk mandi di telaga tersebut. “Apa manfaatnya bagiku?” pikir Purbasari. Tapi ia mau menurutinya. Tak lama setelah ia menceburkan dirinya. Sesuatu terjadi pada kulitnya. Kulitnya menjadi bersih seperti semula dan ia menjadi cantik kembali. Purbasari sangat terkejut dan gembira ketika ia bercermin ditelaga tersebut.

Di istana, Purbararang memutuskan untuk melihat adiknya di hutan. Ia pergi bersama tunangannya dan para pengawal. Ketika sampai di hutan, ia akhirnya bertemu dengan adiknya dan saling berpandangan. Purbararang tak percaya melihat adiknya kembali seperti semula. Purbararang tidak mau kehilangan muka, ia mengajak Purbasari adu panjang rambut. “Siapa yang paling panjang rambutnya dialah yang menang !”, kata Purbararang. Awalnya Purbasari tidak mau, tetapi karena terus didesak ia meladeni kakaknya. Ternyata rambut Purbasari lebih panjang.

“Baiklah aku kalah, tapi sekarang ayo kita adu tampan tunangan kita. Ini tunanganku. Mana tunanganmu?” kata Purbararang sambil mendekat kepada Indrajaya. Purbasari mulai gelisah dan kebingungan. Akhirnya ia melirik serta menarik tangan Lutung Kasarung. Lutung Kasarung melonjak-lonjak seakan-akan menenangkan hati Purbasari. Purbararang tertawa terbahak-bahak, “Jadi monyet itu tunanganmu?”

Pada saat itu juga Lutung Kasarung segera bersemedi. Tiba-tiba terjadi suatu keajaiban. Lutung Kasarung berubah menjadi seorang pemuda gagah berwajah sangat tampan, melebihi Indrajaya. Semua terkejut melihat kejadian itu seraya bersorak gembira. Purbararang akhirnya mengakui kekalahannya dan kesalahannya selama ini. Ia memohon maaf kepada adiknya dan memohon untuk tidak dihukum. Purbasari yang baik hati memaafkan mereka. Setelah kejadian itu akhirnya mereka semua kembali ke Istana.

Purbasari menjadi seorang ratu, didampingi oleh seorang pemuda idamannya. Pemuda yang ternyata selama ini selalu mendampinginya di hutan dalam wujud seekor lutung.[]

***
 
Ps. Cerita Rakyat Lutung Kasurung ini mengingatkan kita, betapa rasa iri atau dengki tidak dapat membuat kita memenangkan tujuan kita. Semoga kita bisa memetik hikmah dari cerita rakyat Lutung Kasarung ini. Salam.
0 Komentar untuk "Cerita Rakyat Indonesia #42: Lutung Kasurung dan Purbasari"

Back To Top