Cerita Rakyat Rusia: "Masha and the Bear"

Diposkan oleh Cerita Rakyat on Monday, April 7, 2014

Cerita Rakyat Rusia "Masha and the Bear"

Ada sepasang pria dan wanita tua, yang memiliki cucu bernama Masha. Suatu hari beberapa teman Masha ingin pergi ke hutan mencari jamur dan buah berry. Mereka datang ke rumah Masha untuk mengajaknya turut serta. Masha bilang kepada kakek serta neneknya.

"Oma, opa, boleh ya aku pergi ke hutan," pinta Masha.

Kakek-nenek Masha mengizinkan dengan satu nasihat: Masha tidak boleh terpisah dari teman-temannya atau Masha akan tersesat.

Masha dan teman-temannya pun mencari jamur dan buah. Selama beberapa waktu mencari, tanpa terasa Masha telah terpisah dari teman-temannya. Masha memanggil-manggil temannya. "Hallo?"

Ternyata teman-teman Masha sudah tidak ada di dekat Masha lagi. Mereka semua sudah pergi meninggalkannya. Karena sudah malam, Masha berjalan mencari jalan pulang sampai akhirnya dia menemukan pondok kecil yang dihuni oleh beruang.

Cerita Rakyat Rusia: "Masha and the Bear"

Masha mengetuk pintu selama beberapa kali. Karena tidak ada jawaban, Masha membuka pintu dan duduk di dekat jendela. Dia ingin tahu siapa yang tinggal di sana.

Beberapa saat setelahnya, yang tinggal di pondok tersebut adalah beruang. Seekor beruang yang besar. Menemukan Masha di dalam pondokannya, beruang lalu menakut-nakutinya. Sehingga Masha menjadi takut. Beruang mengatakan jika dirinya tidak akan membuat Masha takut asalkan Masha membuatkan makanan dan mengurus rumah untuknya.

Selama beberapa waktu, Masha melakukan semua yang diperintahkan beruang. Namun dia rindu dengan kakek-neneknya dan juga teman-temannya. Karena itu Masha mencari akal untuk bisa pulang.

Masha kemudian meminta beruang untuk membiarkannya satu hari saja untuknya pulang ke rumah. Karena dia mau memberikan kue untuk dimakan kepada kakek-neneknya.

"Jangan. Kalau keluar sendirian kamu akan tersesat. Tapi... kalau kamu bersedia memberikan sebagian kue itu untukku, maka aku akan mengantarkannya kepada kakek-nenek kamu," kata beruang.

Masha pun membuat kue yang besar untuk dikirim kepada kakek-neneknya. "Silakan kamu bawa kue ini. Tapi aku akan naik ke pohon ek besar dan memantaumu. Awas kalau memakannya!"

Beruang menurut apa yang dikatakan Masha. Sebelum beruang menggendong kue itu dengan keranjang di belakang punggungnya, Masha menyelinap dan masuk ke dalam keranjang. Kemudian menutupi dirinya dengan kue.

Di tengah jalan beruang mau memakannya. Namun terdengar suara Masha dari dalam keranjang. Beruang pun tidak jadi memakan kue tersebut. Begitu seterusnya.

Akhirnya beruang sampai di depan rumah kakek-nenek Masha. Dengan cepat, beruang mengetuk pintu dan berteriak, "Aku membawa sesuatu untuk kalian dari Masha."

Kakek-nekek Masha pun segera keluar dan menemukan sebuah keranjang. Mereka membukanya dan terkejut ketika melihat Masha ada di dalamnya. Masha pun memeluk kakek dan neneknya. Mereka bersyukur Masha bisa selamat karena kepintarannya.

=====
Catatan: cerita rakyat dari Rusia ini kini sudah dibuat film animasinya dengan judul "Masha and the Bear". Cerita sudah sangat bertolak belakang dari cerita foklore di atas. Dalam film jelas lebih lucu, kocak, sekaligus menarik.
More aboutCerita Rakyat Rusia: "Masha and the Bear"

Cerita Anak: "Pohon Oak dan Alang-alang"

Diposkan oleh Cerita Rakyat on Monday, March 31, 2014

Cerita Anak: "Pohon Oak dan Alang-alang" diadaptasi dari Aesop's fables berjudul "The Oak and the Reeds".

Sebuah pohon oak raksasa berdiri dengan gagah di pinggi sebuah sungai. Di mana, di sekitarnya tumbuh pula alang-alang yang melambai-lambai.

Saat ada angin bertiup, pohon oak dengan bangga berdiri tegak dengan ratusan lengannya menunjuk langit. Sementara alang-alang membungkuk rendah terkena hembusan angin.

Cerita Anak: "Pohon Oak dan Alang-alang"

"Kamu punya alasan untuk mengeluh," kata pohon oak, "Angin sepoi-sepoi pun bisa membuat kalian menundukkan kepala. Sementara aku, oak yang perkasa, tetap berdiri tegak dan kuat!"

"Jangan khawatirkan tentang kami," jawab alang-alang, "Angin tidak merugikan kami. Kami bersujud di hadapan mereka, sehingga membuat kami tidak beristirahat. Kamu, yang bangga dengan kekuatanmu, sejauh ini sanggup melawan kuatnya hembusan mereka. Namun akhir akan tiba."

Ketika alang-alang bicara, badai besar datang dari arah utara. Pohon oak justru berdiri dengan bangga dan berjuang melawan badai. Sementara alang-alang justru makin menunduk rendah. Angin yang marah melipatgandakan kekuatannya. Pohon oak itu pun tumbang. Akarnya patah. Akhirnya pohon oak itu berbaring di antara alang-alang yang menatapnya dengan iba.

-----
Cerita anak ini berpesan supaya bersikap rendah hati, daripada menjadi keras kepala dan dihancurkan.
More aboutCerita Anak: "Pohon Oak dan Alang-alang"

Cerita Anak: "Burung Hantu Tua dan Belalang"

Diposkan oleh Cerita Rakyat

Cerita anak ini diambil dari Aesop's fables berjudul "The Owl and the Grasshopper".

Seekor burung hantu tua keluar dari sarangnya saat mendengar suara nyanyian belalang yang sangat berisik.

Cerita Anak: "Burung Hantu Tua dan Belalang"

"Kamu tidak punya sopan santun ya? Setidaknya kamu menghormatiku karena usiaku dan membiarkanku tidur dengan tenang," kata burung hantu tua kepada belalang, "Diamlah dan pergilah dari sini!"

Namun belalang tidak mau pergi. Dia merasa memiliki hak untuk tetap berada di tempatnya. Justru, belalang bernyanyi dengan lebih keras.

Cerita Anak: "Burung Hantu Tua dan Belalang"

Burung hantu tua yang sudah makan asam garam kehidupan tahu tidak ada gunanya berdebat dengan belalang. Lagipula, tubuhnya yang renta mempersulit dirinya untuk bergerak cepat lagi. Jadi dia berkata dengan baik-baik kepada belalang.

"Baiklah," kata burung hantu tua, "Daripada kita berdebat, lebih baik aku mengalah. Mari kunikmati nyanyianmu di sini, sekarang juga. Oiya, aku memiliki banyak makanan dan minuman di sarangku. Bila kamu sudah selesai bernyanyi kemarilah. Nikmati makanan dan minuman ini bersamaku."

Belalang bodoh itu termakan ucapan si burung hantu tua. Ketika berada dalam jarak yang cukup, burung hantu tua segera menerkam belalang. Mati dimakanlah si belalang.

-----
Cerita dongeng ini mengajarkan kita untuk tidak lemah terhadap sanjungan. Sehingga, lengah menghadapi musuh.
More aboutCerita Anak: "Burung Hantu Tua dan Belalang"

Cerita Dongeng: "Kodok yang Berharap menjadi Raja"

Diposkan oleh Cerita Rakyat

Cerita dongeng ini diambil dari Aesop's fables berjudul "The Frogs who wished for a King".

Di dunia kodok, para kodok meminta kepada para dewa untuk dikirimkan raja. Dewa mengirimkan sebuah batu besar yang diam untuk para kodok. Karena terlalu diam, para kodok menganggapnya sebagai mainan. Mereka pun membuat berbagai aneka permainan di sana: ayunan, perosotan, dan lain sebagainya. Namun para kodok menjadi bosan dan mengeluh tentang raja mereka.

Cerita Dongeng: "Kodok yang Berharap menjadi Raja"

Demi memberi para kodok pelajaran, para dewa mengirimkan bangau untuk menjadi raja di dunia kodok. Bangau yang datang pun mulai menelan kodok-kodok.

"Bagaimana sekarang?" teriak dewa, "Sekarang kamu memiliki apa yang kamu minta. Sehingga kamu hanya bisa menyalahkan kemalangan kamu sendiri."

-----
Pesan cerita dongeng ini adalah "Pastikan bahwa diri kamu sudah berubah, sebelum kamu berusaha untuk berubah."
More aboutCerita Dongeng: "Kodok yang Berharap menjadi Raja"

Cerita Dongeng: "Singa dan Keledai"

Diposkan oleh Cerita Rakyat

Cerita dongeng diambil dari Aesop's fables berjudul "The Lion and the Ass".

Suatu hari, seekor singa berjalan menyusuri hutan dengan bangga. Binatang-binatang yang menaruh hormat memberinya jalan. Seekor keledai meringkik, seolah mencemooh singa yang lewat.

Cerita Dongeng: "Singa dan Keledai"

Singa pun marah. Namun waktu menenok dan melihat siapa yang bicara, kemarahannya sirna. Dia meneruskan perjalanannya demi menghindari si keledai bodoh, yang akan merusak cakarnya.

-----
Pesan cerita dongeng ini adalah "Jangan membenci pernyataan orang bodoh. Abaikan saja mereka!"
More aboutCerita Dongeng: "Singa dan Keledai"

Cerita Dongeng: "Kambing dan Babi"

Diposkan oleh Cerita Rakyat on Friday, March 28, 2014

Cerita dongeng ini diterjemahkan dari Aesop's fables berjudul "The Sheep and the Pig".

Suatu hari seorang penggembala membawa babi yang cukup gemuk dari padang rumputnya. Ketika ditangkap, babi berteriak-teriak dan membuat suara berisik. Ya, seolah-olah babi sedang dilukai.

Domba-domba yang ada di padang rumah melihat hal tersebut dengan heran dan geli dengan sikap babi. Mereka mengikuti si penggembala sampai gerbang pintu.

Cerita Dongeng: "Kambing dan Babi"

Terjadilah dialog antara domba dengan babi.

"Apa yang membuatmu menjerit ketakutan seperti itu?" tukas seekor domba, "Penggembala sering menangkap dan membawa salah satu dari kami. Tapi, kami tidak menjerit-jerit dengan ketakutan dan membuat diri sendiri merasa malu seperti yang kamu lakukan."

"Uh, kamu tidak tahu saja," jawab Babi, "Si penggembala menangkap kalian untuk mendapat bulu kalian. Sementara, mereka membawaku untuk mendapatkan dagingku!"

-----
Pesan dongeng ini adalah sangat mudah menjadi berani, bila tidak ada bahaya.
More aboutCerita Dongeng: "Kambing dan Babi"