Showing posts with label Dongeng. Show all posts
Showing posts with label Dongeng. Show all posts

Cerita Anak: "Pohon Oak dan Alang-alang"

Diposkan oleh Cerita Rakyat on Monday, March 31, 2014

Cerita Anak: "Pohon Oak dan Alang-alang" diadaptasi dari Aesop's fables berjudul "The Oak and the Reeds".

Sebuah pohon oak raksasa berdiri dengan gagah di pinggi sebuah sungai. Di mana, di sekitarnya tumbuh pula alang-alang yang melambai-lambai.

Saat ada angin bertiup, pohon oak dengan bangga berdiri tegak dengan ratusan lengannya menunjuk langit. Sementara alang-alang membungkuk rendah terkena hembusan angin.

Cerita Anak: "Pohon Oak dan Alang-alang"

"Kamu punya alasan untuk mengeluh," kata pohon oak, "Angin sepoi-sepoi pun bisa membuat kalian menundukkan kepala. Sementara aku, oak yang perkasa, tetap berdiri tegak dan kuat!"

"Jangan khawatirkan tentang kami," jawab alang-alang, "Angin tidak merugikan kami. Kami bersujud di hadapan mereka, sehingga membuat kami tidak beristirahat. Kamu, yang bangga dengan kekuatanmu, sejauh ini sanggup melawan kuatnya hembusan mereka. Namun akhir akan tiba."

Ketika alang-alang bicara, badai besar datang dari arah utara. Pohon oak justru berdiri dengan bangga dan berjuang melawan badai. Sementara alang-alang justru makin menunduk rendah. Angin yang marah melipatgandakan kekuatannya. Pohon oak itu pun tumbang. Akarnya patah. Akhirnya pohon oak itu berbaring di antara alang-alang yang menatapnya dengan iba.

-----
Cerita anak ini berpesan supaya bersikap rendah hati, daripada menjadi keras kepala dan dihancurkan.
More aboutCerita Anak: "Pohon Oak dan Alang-alang"

Cerita Anak: "Burung Hantu Tua dan Belalang"

Diposkan oleh Cerita Rakyat

Cerita anak ini diambil dari Aesop's fables berjudul "The Owl and the Grasshopper".

Seekor burung hantu tua keluar dari sarangnya saat mendengar suara nyanyian belalang yang sangat berisik.

Cerita Anak: "Burung Hantu Tua dan Belalang"

"Kamu tidak punya sopan santun ya? Setidaknya kamu menghormatiku karena usiaku dan membiarkanku tidur dengan tenang," kata burung hantu tua kepada belalang, "Diamlah dan pergilah dari sini!"

Namun belalang tidak mau pergi. Dia merasa memiliki hak untuk tetap berada di tempatnya. Justru, belalang bernyanyi dengan lebih keras.

Cerita Anak: "Burung Hantu Tua dan Belalang"

Burung hantu tua yang sudah makan asam garam kehidupan tahu tidak ada gunanya berdebat dengan belalang. Lagipula, tubuhnya yang renta mempersulit dirinya untuk bergerak cepat lagi. Jadi dia berkata dengan baik-baik kepada belalang.

"Baiklah," kata burung hantu tua, "Daripada kita berdebat, lebih baik aku mengalah. Mari kunikmati nyanyianmu di sini, sekarang juga. Oiya, aku memiliki banyak makanan dan minuman di sarangku. Bila kamu sudah selesai bernyanyi kemarilah. Nikmati makanan dan minuman ini bersamaku."

Belalang bodoh itu termakan ucapan si burung hantu tua. Ketika berada dalam jarak yang cukup, burung hantu tua segera menerkam belalang. Mati dimakanlah si belalang.

-----
Cerita dongeng ini mengajarkan kita untuk tidak lemah terhadap sanjungan. Sehingga, lengah menghadapi musuh.
More aboutCerita Anak: "Burung Hantu Tua dan Belalang"

Cerita Dongeng: "Kodok yang Berharap menjadi Raja"

Diposkan oleh Cerita Rakyat

Cerita dongeng ini diambil dari Aesop's fables berjudul "The Frogs who wished for a King".

Di dunia kodok, para kodok meminta kepada para dewa untuk dikirimkan raja. Dewa mengirimkan sebuah batu besar yang diam untuk para kodok. Karena terlalu diam, para kodok menganggapnya sebagai mainan. Mereka pun membuat berbagai aneka permainan di sana: ayunan, perosotan, dan lain sebagainya. Namun para kodok menjadi bosan dan mengeluh tentang raja mereka.

Cerita Dongeng: "Kodok yang Berharap menjadi Raja"

Demi memberi para kodok pelajaran, para dewa mengirimkan bangau untuk menjadi raja di dunia kodok. Bangau yang datang pun mulai menelan kodok-kodok.

"Bagaimana sekarang?" teriak dewa, "Sekarang kamu memiliki apa yang kamu minta. Sehingga kamu hanya bisa menyalahkan kemalangan kamu sendiri."

-----
Pesan cerita dongeng ini adalah "Pastikan bahwa diri kamu sudah berubah, sebelum kamu berusaha untuk berubah."
More aboutCerita Dongeng: "Kodok yang Berharap menjadi Raja"

Cerita Dongeng: "Singa dan Keledai"

Diposkan oleh Cerita Rakyat

Cerita dongeng diambil dari Aesop's fables berjudul "The Lion and the Ass".

Suatu hari, seekor singa berjalan menyusuri hutan dengan bangga. Binatang-binatang yang menaruh hormat memberinya jalan. Seekor keledai meringkik, seolah mencemooh singa yang lewat.

Cerita Dongeng: "Singa dan Keledai"

Singa pun marah. Namun waktu menenok dan melihat siapa yang bicara, kemarahannya sirna. Dia meneruskan perjalanannya demi menghindari si keledai bodoh, yang akan merusak cakarnya.

-----
Pesan cerita dongeng ini adalah "Jangan membenci pernyataan orang bodoh. Abaikan saja mereka!"
More aboutCerita Dongeng: "Singa dan Keledai"

Cerita Dongeng: "Kambing dan Babi"

Diposkan oleh Cerita Rakyat on Friday, March 28, 2014

Cerita dongeng ini diterjemahkan dari Aesop's fables berjudul "The Sheep and the Pig".

Suatu hari seorang penggembala membawa babi yang cukup gemuk dari padang rumputnya. Ketika ditangkap, babi berteriak-teriak dan membuat suara berisik. Ya, seolah-olah babi sedang dilukai.

Domba-domba yang ada di padang rumah melihat hal tersebut dengan heran dan geli dengan sikap babi. Mereka mengikuti si penggembala sampai gerbang pintu.

Cerita Dongeng: "Kambing dan Babi"

Terjadilah dialog antara domba dengan babi.

"Apa yang membuatmu menjerit ketakutan seperti itu?" tukas seekor domba, "Penggembala sering menangkap dan membawa salah satu dari kami. Tapi, kami tidak menjerit-jerit dengan ketakutan dan membuat diri sendiri merasa malu seperti yang kamu lakukan."

"Uh, kamu tidak tahu saja," jawab Babi, "Si penggembala menangkap kalian untuk mendapat bulu kalian. Sementara, mereka membawaku untuk mendapatkan dagingku!"

-----
Pesan dongeng ini adalah sangat mudah menjadi berani, bila tidak ada bahaya.
More aboutCerita Dongeng: "Kambing dan Babi"

Cerita Dongeng: "Petani dan Bangau"

Diposkan oleh Cerita Rakyat on Wednesday, March 26, 2014

Cerita dongeng diterjemahkan dari Aesop's fables "The Farmer and the Stork".

Bangau yang punya sifat sederhana, percaya saja ketika dirinya diminta oleh temannya untuk mengunjungi sebuah sawah yang baru saja ditanami tanaman. Pada akhirnya, si bangau berakhir dengan sedih. Sebab, si bangau sudah terjerat oleh jaring petani.

Cerita Dongeng: "Petani dan Bangau"

Petani yang sedang ke sawahnya pun menemukan si bangau dalam keadaan terjebak. Si bangau memohon kepada si petani untuk melepaskannya.

"Tolong lepaskan aku," kata si bangau, "Aku adalah keluarga bangau, yang kamu ketahui memiliki sifat jujur dan berkelakuan baik. Selain itu, aku tidak tahu bahwa temanku akan mencuri."

"Kamu mungkin burung yang baik," sahut petani, "Tapi aku sudah melihatmu bersama temanmu yang sudah mencuri. Karena itu, kamu kutangkap dan kujatuhi hukuman yang sama dengannya."

-----
Pesan cerita dongeng ini adalah hukuman tetap berlaku sama bagi kawanan penjahat.
More aboutCerita Dongeng: "Petani dan Bangau"

Cerita Anak: "Pohon Besar yang Rindang"

Diposkan oleh Cerita Rakyat

Cerita anak diterjemahkan dari Aesop's fables "The Plane Tree".

Dua orang pelancong, yang sedang kegerahan, mencari tempat berteduh dan beristirahat di bawah pohon. Ketika berbaring, kedua orang tersebut mendongak ke atas. Mereka melihat daun-daun yang menyenangkan.

Cerita Anak: "Pohon Besar yang Rindang"

"Bagaimana bisa pohon ini berguna?" salah seorang dari mereka berkata, "Pohon ini tidak berbuah apa-apa. Daunnya hanya menjadi sampah tanah saja."

"Dasar, manusia tidak tahu terima kasih!" kata suara dari dalam pohon, "Kalian kan sudah berteduh di bawah kerindangan daunku. Bagaimana bisa kalian mengatakan aku tidak berguna?"

-----
Pesan dari cerita anak adalah berkah terbaik biasanya kurang dihargai.
More aboutCerita Anak: "Pohon Besar yang Rindang"

Cerita Dongeng: "Nyamuk dan Sapi"

Diposkan oleh Cerita Rakyat on Tuesday, March 25, 2014

Cerita dongeng "Nyamuk dan Sapi", diambil dari Aesop's fables berjudul "The Gnat and the Bull".

Seekor nyamuk terbang di atas padang rumput berdengung-dengung. Melihat ada seekor sapi di sana, si nyamuk hinggap di ujung tanduk si sapi. Hal itu dilakukan si nyamuk untuk istirahat.

Cerita Dongeng: "Nyamuk dan Sapi"

Setelah istirahat yang cukup, si nyamuk kembali terbang. Sebelum terbang lebih jauh, dia meminta maaf kepada si sapi. Karena, telah memakai tanduk si sapi sebagai tempat peristirahatan.

"Kamu pasti senang karena aku pergi sekarang," katanya.

"Ini semua sama saja bagiku," kata si sapi, "Aku bahkan tidak tahu kamu ada di sana."

-----
Pesan cerita dongeng ini adalah kita sering merasa penting di mata sendiri dibandingkan di mata sesama.

Semakin kecil pikiran, semakin besar kesombongan.
More aboutCerita Dongeng: "Nyamuk dan Sapi"

Cerita Fabel: "Sapi dan Roda"

Diposkan oleh Cerita Rakyat

Cerita fabel ini dinukil dari Aesop's fables berjudul "The Oxen and the Wheels".

Diceritakan bahwa ada sepasang sapi yang sedang menarik sebuah gerobak di jalan berlumpur. Sepasang sapi ini mengeluarkan seluruh kekuatan yang miliki untuk menarik gerobak. Tapi, tidak terdengar keluhan dari mulut mereka.

Cerita Fabel: "Sapi dan Roda"

Berbeda dengan sapi, meski punya tugas yang lebih ringan, roda justru berderit dan berteriak. Sapi yang sedang bekerja keras harus mendengar erangan berisik roda di setiap kesempatan. Hal ini membuat pekerjaan jadi lebih berat.

"Diamlah!" kata sapi pada akhirnya, setelah kesabaran mereka hilang. "Mengapa kamu mengeluh tentang begitu kerasnya bekerja? Kami kan yang menarik semua beban. Bukannya kamu?"

-----
Pesan cerita fabel ini adalah mereka yang paling menderita, biasanya tidak mengeluh.
More aboutCerita Fabel: "Sapi dan Roda"

Cerita Fabel: "Serigala dan Bangau"

Diposkan oleh Cerita Rakyat

Cerita fabel ini diambil dari Aesop's fables berjudul "The Wolf and the Crane".

Serigala berpesta daging terlalu rakus, sehingga sebuah tulang melintang terjebak di tenggorakannya. Dia tidak bisa menelannya, apalagi mengeluarkannya. Itu adalah hal yang sangat mengerikan.

Karena itu serigala pun mendatangi bangau. Dia yakin dengan leher panjangnya, bangau bisa dengan mudah menarik tulang yang menyangkut di lehernya.

"Akan kubalas kamu dengan mahal, jika kamu bisa menarik tulang yang menyangkut di tenggorokanku," kata serigala.

Cerita fabel: "serigala dan bangau"

Bangau gelisah sebenarnya. Di satu sisi dia ingin melakukan apa yang diminta serigal. Di sisi lain dia takut serigala memakannya.

Akhirnya, bangau pun melakukan apa yang diminta oleh serigala. Dan ketika tulang yang tersangkut di tenggorokannya sudah keluar, serigala berjalan pergi.

Bangau menagih bayarannya. "Hei, bagaimana dengan bayaranku?" teriak bangau.

"Apa kamu bilang?" kata serigala, "Kamu tidak paham ya? Bukankah membiarkan kepalamu lepas dari mulutku itu sudah merupakan bayaran yang setimpal?"

-----
Pesan cerita fabel ini adalah jangan mengharapkan ada penghargaan dari seorang yang tidak bisa dipercaya.
More aboutCerita Fabel: "Serigala dan Bangau"

Cerita Anak: "Sebuah Sapu Lidi"

Diposkan oleh Cerita Rakyat

Cerita anak ini diambil dari Aesop's fables berjudul "The Bundle of Sticks".

Seorang ayah memiliki beberapa orang anak di dalam keluarganya. Anak-anak selalu saja membuat keributan satu sama lain. Mereka tidak saling mengatakan hal-hal yang baik. Sehingga, pertengkaran kerap terjadi di antara mereka.

Suatu ketika, pertengkaran tersebut jauh lebih keras dibandingkan biasanya. Anak-anak ini menunjukkan raut muka masam. Karena itu, si ayah meminta salah seorang dari mereka untuk mengambilkan sapu lidi.

Cerita anak, dongeng, aesop's fables, sebuah sapu lidi, the bundle of sticks.

Dia meminta anak-anaknya untuk mematahkan sapu lidi tersebut. Dengan sekuat tenaga masing-masing anak mencobanya satu per satu. Sayangnya, tidak ada yang cukup kuat untuk mematahkan sapu lidi tersebut.

Si ayah kemudian melepaskan ikatan sapu lidi tersebut dan mencerai-beraikannya. Kemudian, dia meminta anak-anaknya untuk mematahkan lidi satu per satu.

"Anak-anakku," tutur si ayah, "Lihatlah... bila kalian tidak saling tercerai-berai kalian akan menjadi satu kekuatan yang tidak mudah untuk dipatahkan. Bahkan, tidak mustahil untuk mengalahkan musuh-musuh kalian. Tapi sebaliknya, jika kalian terpecah kalian takkan punya kekuatan."

-----
Pesan cerita anak ini adalah persatuan melahirkan kekuatan.
More aboutCerita Anak: "Sebuah Sapu Lidi"

Cerita Fabel: "Rubah dan Anggur"

Diposkan oleh Cerita Rakyat on Monday, March 24, 2014

Cerita fabel ini diambil dari Aesop's fables berjudul "The Fox and the Grapes".

Suatu hari, seekor rubah mengamati buah-buah anggur di pohonnya. Buah anggur itu tampak menggoda untuk dimakan. Rubah pun memutuskan untuk mengambilnya.

Cerita Fabel: "Rubah dan Anggur"
Illustrations by Milo Winter (1886-1956).

Pertama, rubah melompat untuk bisa menjangkau beberapa buah anggur yang agak tinggi. Sayangnya, itu masih terlalu jauh. Karena itu, rubah mengambil ancang-ancang untuk kemudian berlari dan melompat. Sayangnya, tetap saja rubah tidak bisa mendapatkannya. Hal itu dilakukan beberapa kali dengan hasil akhir sia-sia.

Lalu, rubah itu duduk di bawah pohon anggur dan memandangi buah-buah anggur itu dengan rasa sebal dan jijik. "Bodohnya aku," gumam si rubah, "Aku menghabiskan waktuku untuk mendapatkan anggur asam yang tidak layak untuk dimakan."

Rubah pun sambil terus merutuk-rutuk kesialannya.

-----
Pesan cerita fabel ini adalah banyak orang yang membenci dan meremehkan dengan pura-pura, hal-hal yang berada di luar jangkauan mereka.
More aboutCerita Fabel: "Rubah dan Anggur"

Cerita Dongeng: "Seorang Petani dan Hercules"

Diposkan oleh Cerita Rakyat

Cerita dongeng ini diambil dari Aesop's fables yang berjudul "Hercules and the Wagoner".

Seorang petani mengendarai gerobak di jalanan berlumpur setelah hujan lebat. Kuda-kuda terlalu sulit menyeret beban di dalam lumpur. Akhirnya, kuda-kuda itu sama sekali tidak bisa bergerak saat salah satu roda tenggelam dalam lumpur.

Petani itu turun untuk melihat apa yang terjadi. Namun, dia tidak melakukan apapun, kecuali mengutuk nasib buruk dan meneriakkan nama Hercules untuk datang membantunya.

Cerita Dongeng: "Seorang Petani dan Hercules"

Konon, Hercules benar-benar muncul. Apa yang dilakukan Hercules? Dia tidak melakukan apa-apa, kecuali hanya mengoceh tentang apa yang seharusnya dilakukan oleh si petani. "Hai manusia, masukkanlah bahumu ke dalam roda. Kemudian suruhlah kuda-kudamu bergerak. Kamu pikir kamu bisa memindahkan gerobakmu hanya dengan melihat dan merengek mengenai hal tersebut. Herculess takkan membantumu, kecuali kamu melakukan beberapa usaha untuk membantu dirimu sendiri."

Petani mengikuti apa yang dikatakan oleh Hercules. Gerobak pun dapat bergerak dengan mudah. Petani pun naik di atas gerobaknya kembali. Dia sudah mendapatkan pelajaran yang berarti.

-----
Pesan cerita dongeng ini adalah membantu diri sendiri merupakan bantuan paling baik.

Surga akan membantu mereka yang membantu diri mereka sendiri.
More aboutCerita Dongeng: "Seorang Petani dan Hercules"

Cerita Anak: "Seorang Anak Laki-laki dan Kacang"

Diposkan oleh Cerita Rakyat on Thursday, March 20, 2014

Cerita anak ini diambil dari Aesop's Fables berjudul "The Boy and Filberts".

Seorang anak laki-laki mengambil kacang dari dalam toples. Dia menggenggam banyak sekali kacang, sehingga ketika hendak dikeluarkan tangannya tersangkut.

Cerita Anak: "Seorang Anak Laki-laki dan Kacang"

Anak laki-laki itu terus berusaha untuk mengeluarkan tangannya sekuat tenaga. Tapi, tetap saja tidak bisa. Dia pun sedih dan mulai menangis.

Ibu anak laki-laki itu melihat dan berkata, "Anakku, jangan menggenggam kacang dengan seluruh tanganmu. Cobalah genggam lebih sedikit, dan kamu akan lebih mudah mengeluarkan tanganmu. Setelah itu kamu bisa mengulanginya kembali."

-----
Pesan cerita anak ini adalah jangan melakukan hal terlalu banyak dalam sekali waktu.
More aboutCerita Anak: "Seorang Anak Laki-laki dan Kacang"

Cerita Fabel: "Burung Elang dan Burung Gagak"

Diposkan oleh Cerita Rakyat

Cerita fabel ini diambil dari Aesop's fables berjudul: "The Eagle and the Jackdaw".

Seekor elang menukik ke bawah dengan sayapnya yang kuat. Dia kemudian mencengkeram domba dengan cakarnya dan membawa kabur ke sarangnya.

Seekor gagak yang melihat hal yang sudah dilakukan elang, mencobanya. Maka, gagak pun segera menukik dan terbang dengan cepat ke bawah. Cakarnya pun mencengkeram domba dengan kuat.

Cerita Fabel: "Burung Elang dan Burung Gagak"
Illustrations by Milo Winter (1886-1956).

Ketika ingin mengangkat domba, gagak tidak kuat. Begitu pula ketika dia ingin melepaskannya. Cakar-cakarnya malah tersangkut pada bulu-bulu domba. Gagak terjebak.

Di saat seperti itu, petani melihat gagak. Dia pun menangkap gagak dan memotong sayap gagak.

Malam hari, petani memberikan gagak kepada anak-anaknya. Anak-anak petani bertanya kepada ayahnya. "Burung apa ini, ayah?" tanya anak-anak petani sambil tertawa-tawa.

Petani menjawab, "Itu adalah gagak, anakku. Tapi, jika kalian bertanya padanya, pasti dia akan menjawab bila dia adalah elang."

-----
Pesan cerita anak ini adalah jangan biarkan kesombongan membuat kalian melebih-lebihkan kekuatanmu.
More aboutCerita Fabel: "Burung Elang dan Burung Gagak"

Cerita Fabel: "Kepiting Muda dan Ibunya"

Diposkan oleh Cerita Rakyat

Cerita fabel ini diambil dari Aesop's fables berjudul: "The Young Crab and His Mother".

"Mengapa kamu berjalan miring seperti itu?" tanya seorang ibu kepiting kepada anaknya, "Seharusnya kamu berjalan lurus ke depan."

Cerita Fabel: "Kepiting Muda dan Ibunya"
"Kalau begitu tunjukkanlah cara berjalan lurus ke depan ibuku sayang," jawab si kepiting kecil, "Aku ingin belajar."

Ibu kepiting mencoba untuk berjalan lurus ke depan. Tapi, dia hanya bisa berjalan miring seperti anaknya. Ketika dia ingin mengubah jari-jari kakinya ke depan, dia tersandung dan hidungnya terantuk batu.

-----
Pesan cerita fabel ini adalah jangan memberitahu orang lain tentang bagaimana seharusnya bertindak, kecuali kamu bisa memberi contoh yang baik.
More aboutCerita Fabel: "Kepiting Muda dan Ibunya"

Cerita Dongeng: "Singa Berbagi Buruannya"

Diposkan oleh Cerita Rakyat

Cerita dongeng ini diambil dari Aesop's fables berjudul "The Lion's Share".

Singa pergi berburu bersama tiga binatang lainnya. Bersama-sama, mereka mengepung dan menangkap rusa. Dengan kesepatan bersama tiga binatang lainnya, singat membagi hasil buruannya menjadi empat bagian yang sama besar. Ketika setiap hewan mau mengambil bagiannya, singa menghentikan mereka.

Cerita Dongeng: "Singa Berbagi Buruannya"
"Tunggu," kata singa, "Karena aku adalah anggota dari tim berburu, maka aku menerima satu bagian. Dan karena aku dianggap raja hutan, maka aku juga menerima bagian yang kedua. Kemudian, karena aku berani dan kuat, aku menerima bagian yang kedua. Nah, bagian yang keempat ini, jika kalian ingin berdebat denganku tentang siapa yang berhak memilikinya, mari kita mulai. Kita lihat siapa di antara kita yang berhak mendapatkannya."

-----
Pesan cerita dongeng ini adalah semua terlalu serakah jika sudah terkait soal pembagian keuntungan.
More aboutCerita Dongeng: "Singa Berbagi Buruannya"

Cerita Dongeng: "Singa dan Tikus"

Diposkan oleh Cerita Rakyat on Monday, March 17, 2014

Cerita dongeng ini dialih-bahasakan dari Aesop's fables berjudul "The Lion and the Mouse".

Suatu hari, seekor singa menangkap seekor tikus dengan satu kakinya yang besar. Tikus memohon supaya singa mengasihinya dan tidak memakannya. Singa memberi ampunan pada tikus dan melepaskannya.

Cerita Dongeng: "Singa dan Tikus"

Beberapa hari berikutnya, singa terkena jebakan jaring pemburu. Dia mengaum sehingga suaranya terdengar di seluruh penjuru hutan. Tidak ada yang mendekat untuk menolong singa, kecuali seekor tikus yang pernah dilepaskannya kemarin. Dengan gigi tajamnya, tikus itu menggigiti tali jaring yang menangkap singa hingga putus.

Akhirnya, singa itu terbebaskan.

-----
Pesan cerita dongeng anak ini adalah satu kebaikan akan dibalas kebaikan pula di lain waktu.
More aboutCerita Dongeng: "Singa dan Tikus"

Cerita Dongeng: "Angsa Bertelur Emas"

Diposkan oleh Cerita Rakyat

Cerita dongeng ini dialih-bahasakan dari Aesop's fables berjudul "The Goose That Laid the Golden Egg".

Pasangan suami-istri memiliki seekor angsa yang setiap harinya bertelur emas. Pasangan suami-istri tersebut menjadi kaya raya karenanya.

Cerita Dongeng: "Angsa Bertelur Emas"

Namun, ketamakan membuat mereka berpikir untuk memiliki emas jauh lebih banyak. "Bayangkan," istri si pria mengatakan, "Kita bisa memiliki semua telur emas yang ada di dalam angsa, tentu kita bisa lebih kaya jauh lebih cepat.

"Benar juga," si suami mengamini ucapan istrinya, "Kita tidak perlu menunggu angsa itu untuk menelurkan telur-telur emas yang sedikit setiap harinya."

Pasangan suami istri itu pun menyembelih angsa dan membelahnya. Hasilnya kosong? Tidak ada apapun di dalam tubuh si angsa, kecuali jeroan yang sama dengan angsa lainnya.

-----
Pesan cerita dongeng ini adalah terlalu serakah tidak akan menghasilkan apa-apa.
More aboutCerita Dongeng: "Angsa Bertelur Emas"

Cerita Dongeng: "Rubah dan Topeng"

Diposkan oleh Cerita Rakyat on Sunday, March 16, 2014

Cerita dongeng ini dinukil dari Aesop's fables yang bertajuk "The Fox and the Mask".

Suatu hari seekor rubah menyelinap masuk ke rumah seorang aktor. Dia mencari makanan di sana. Eh, tidak disangka dia justru menemukan topeng di antara tumpukan-tumpukan barang yang dimiliki si aktor.

Cerita Dongeng: "Rubah dan Topeng"

Lalu, rubah itu bermain-main sebentar dengan topeng tersebut. Sesaat kemudian dia berkata, "Siapa pemilik wajah ganteng ini? Tapi, sayangnya wajah ganteng ini tidak memiliki otak."

-----
Pesan cerita dongeng ini adalah penampilan luar bisa saja luar biasa, tapi penampilan dalam belum tentu. Mungkin saja kosong...
More aboutCerita Dongeng: "Rubah dan Topeng"